5 menit baca 20 October 2026

Berapa Biaya Rilis Aplikasi ke Play Store di 2026? Rincian Lengkap

rifqianshory ✓
Tim Rekayasa & Kebijakan Studio Kami

Banyak yang menunda rilis aplikasi ke Play Store karena satu pertanyaan: berapa sebenarnya biaya yang harus disiapkan? Sebagian membayangkan biaya bulanan, sebagian mengira bayar per aplikasi. Kenyataannya lebih sederhana dari dugaan kebanyakan orang.

Jawaban singkatnya: untuk merilis aplikasi gratis, Anda cukup membayar US$25 satu kali. Tidak ada biaya tahunan, tidak ada biaya per aplikasi. Yang selebihnya, seperti service fee, hanya muncul bila aplikasi Anda menjual sesuatu.

Artikel ini merinci semua biaya resmi Google Play Store per 2026, plus biaya non-Google yang sering disalahpahami, supaya Anda bisa menganggarkan dengan tepat.

Rincian resmi: apa saja yang dibayar ke Google

1. Pendaftaran akun developer: US$25, sekali bayar. Ini satu-satunya biaya wajib. Pembayaran bisa memakai kartu kredit atau debit (Visa, MasterCard, American Express). Akun developer berlaku seumur hidup dan bisa dipakai untuk merilis aplikasi sebanyak apa pun. Tidak ada biaya perpanjangan tahunan.

2. Biaya listing per aplikasi: Rp 0. Setelah akun terdaftar, mengunggah aplikasi — baik gratis maupun berbayar — tidak dikenai biaya listing.

3. Biaya testing dan syarat akun personal: Rp 0. Syarat akun personal baru, yaitu 12 tester opt-in selama 14 hari berturut-turut di closed testing, adalah syarat proses, bukan biaya. Verifikasi identitas dengan KTP juga tidak berbayar. Kami membahas syarat tester ini secara rinci di artikel terpisah.

Jadi total minimal untuk merilis aplikasi gratis: US$25, satu kali, selesai.

Service fee: hanya berlaku bila aplikasi Anda menjual

Google memungut service fee dari penjualan di dalam Play Store: aplikasi berbayar, pembelian dalam aplikasi (in-app purchase), dan langganan. Jika aplikasi Anda 100% gratis dan tidak menjual apa pun, Anda tidak membayar service fee sama sekali. Faktanya, 97% developer tidak membayar service fee karena aplikasinya gratis.

Bagian ini yang perlu dicermati, karena tarif service fee tidak satu angka global di 2026. Google membagi tarif berdasarkan wilayah pengguna yang bertransaksi:

  • Untuk pasar seperti Indonesia: 15% untuk US$1 juta pertama pendapatan tahunan developer, 30% untuk pendapatan di atas US$1 juta per tahun, dan 15% untuk langganan auto-renew.
  • Wilayah tarif baru (EEA, Inggris, dan Amerika Serikat sejak 30 Juni 2026; Australia dan Jepang sejak 30 September 2026) memakai struktur berbeda: service fee plus billing fee 5% yang terpisah, dengan pembedaan instalasi baru dan lama.

Jadi jangan menelan mentah-mentah angka yang beredar tanpa keterangan wilayah. Untuk developer di Indonesia, tarif yang berlaku saat ini adalah skema 15%/30% di atas, dengan catatan angka terbaru selalu layak dicek ulang di Play Console karena Google mengubahnya dari waktu ke waktu.

Biaya yang sering disalahpahami (bukan biaya Google)

Harga jasa upload pihak ketiga. Layanan jasa upload Play Store, misalnya mulai Rp 150 ribu, adalah harga jasa — bukan setoran ke Google. Uang jasa itu dibayar ke penyedia layanan untuk pekerjaannya (audit kebijakan, pengisian formulir, upload), terpisah dari US$25 yang dibayar ke Google saat daftar akun. Jangan dicampuradukkan.

Domain dan website. Privacy policy wajib punya URL yang bisa dibuka publik, dan biasanya dihosting di website sendiri. Biaya domain dan hosting adalah biaya opsional di luar Play Store — aplikasi tidak wajib punya website selain untuk kebutuhan ini.

Desain aset listing. Ikon, banner, dan screenshot yang bagus memang disarankan, tetapi membuatnya sendiri tidak berbayar. Biaya desain hanya muncul kalau Anda menyewanya ke desainer.

Contoh skenario: dari aplikasi gratis sampai berbayar

Supaya lebih konkret, berikut tiga skenario biaya yang dibayar ke Google:

  • Aplikasi gratis tanpa monetisasi (misalnya aplikasi company profile atau portofolio): US$25 sekali bayar, tidak ada biaya lain selamanya.
  • Aplikasi gratis dengan iklan: tetap US$25. Iklan lewat jaringan iklan pihak ketiga tidak dikenai service fee Google; fee-nya muncul hanya untuk transaksi lewat sistem pembayaran Google Play.
  • Aplikasi berbayar atau ada in-app purchase: US$25 sekali bayar, ditambah service fee 15% untuk US$1 juta pertama pendapatan tahunan (pasar Indonesia). Google memotong otomatis dari tiap transaksi, jadi tidak ada tagihan terpisah yang harus Anda bayar manual.

Cara menganggarkan sebelum rilis

Sebelum merilis, pisahkan anggaran menjadi dua kolom: kolom Google dan kolom non-Google. Kolom Google untuk aplikasi gratis selesai dalam satu baris: US$25 sekali bayar. Kolom non-Google berisi pilihan Anda: jasa upload, desain aset, domain, dan hal opsional lain.

Yang paling sering membuat anggaran membengkak bukanlah biaya Google, melainkan pengerjaan ulang karena aplikasi ditolak — misalnya formulir Data Safety yang diisi tidak jujur, privacy policy yang tidak valid, atau izin sensitif yang tidak perlu. Masing-masing penolakan menambah hari kerja. Baca 5 Alasan Aplikasi Ditolak Google Play Store dan Cara Mengatasinya agar Anda tahu apa saja jebakannya sebelum upload.

Kesimpulan: rilis aplikasi itu murah, yang mahal adalah salah langkah

Biaya resmi untuk merilis aplikasi gratis ke Play Store di 2026 adalah US$25 sekali bayar, tanpa biaya tahunan dan tanpa biaya per aplikasi. Service fee hanya berlaku bila aplikasi menjual, dengan tarif 15%/30% untuk pasar Indonesia saat ini. Biaya lain — jasa upload, desain, domain — bersifat opsional dan terpisah dari biaya Google.

Sebelum menganggarkan, cek angka terbaru langsung di Play Console karena kebijakan Google berubah dari waktu ke waktu. Dan kalau Anda ingin fokus ke produknya saja tanpa mengurus tetek-bengek Play Console — pendaftaran akun, audit kebijakan, pengisian formulir, sampai upload — jasa upload Play Store kami mencakup semuanya, tanpa syarat 12 tester berkat akun Play Console lama kami.

Konsultasikan Kebutuhan Aplikasi & Website Anda

Punya rencana membuat sistem kustom, aplikasi Android, website profil perusahaan, atau butuh bantuan publikasi Play Store? Diskusikan kebutuhan spesifik Anda bersama tim rekayasa kami. Konsultasi terarah, transparan, dan tanpa komitmen awal.

// TIM TEKNIS & PENELITI
rifqianshory

Spesialis rekayasa aplikasi mobile Android dan sistem arsitektur website modern di studio kami (Naz Media). Berfokus pada performa sistem tinggi, keamanan kode, dan kepatuhan Google Play Console.

Tinggalkan Komentar atau Diskusi

Alamat email Anda aman dan tidak akan dipublikasikan. Bidang wajib ditandai *

WhatsApp Kami